YELLOW

Thursday, September 29, 2011

| | | 0 comments
--Chapter 2—
What Do You See?
Bagaimana cara menggunakan warna secara efektif? Yaitu dengan mengetahui cara kerja warna.
Isaac Newton membuat teori tentang cahaya dan warna. Pada zaman itu masyarakat hanya menganggap 2 warna yaitu terang dan gelap. Terang diwakili dengan merah, sedangkan gelap diwakili oleh warna biru dan hitu. Melihat dinamika masyarakat tersebut, memicu Newton untuk bereksperimen, ia mencampurkan warna Hitam dan Putih yang kemudian memunculkan warna abu-abu.
Foto campuran putih dan hitam.
Pada abad ke 17 Ilmuwan mulai bereksperimen dengan cahaya yang disinarkan pada prisma, mereka kemudian menemukan spectrum warna yang dengan urutan-urutan warna tertentu.

Prisma Warna
Kemudian Newton mendalilkan bahwa cahaya terdiri dari partikep yang disebut CORPUSCLES.

Corpuscles
Pada tahun 1864 James Clerk Maxwell berpendapat bahwa chaya adalah gelombang elektromagnetik natural yang merambat.
Heinrich Hertz
Kemudian Henrich Hertz menemukan gelombang radio.
Wilhem Rontgen menemukan sinar x-ray.
Para ilmuwan kemudian membuat sebuah kesimpulan bahwa cahaya terdiri dari 2 macam, yaitu cahaya yang bisa dilihat dan cahaya yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.
TRIOMATHIC THEORY
Pada abad 19 Thomas Young berpendapat bahwa mata kita harus berisi sel-sel yang peka terhadap rangsangan cahaya.
Teori triomatric adalah teori yang mendalilkan bahwa semua warna yang kita lihat adalah percampuran dari warna merah, kuning, dan biru (red, yellow, and blue).
Rontgen
Tetapi seiring berkembangnya teknologi, warna Biru kemudian digantikan dengan warna hijau karena melalui percampuran cahaya, warna biru tidak mengeluarkan warna yang semestinya.

ADDICTIVE AND SUBSTRACTIVE COLOR.
Apa yang disebut dengan warna adiktif? Warna adiktif adalah warna-warna yang dihasilkan dari cahaya elektromagnetik. Warna pokok nya adalah warna merah, hijau, dan biru (red, green, blue (RGB)). Jika dicampurkan warna-warna tersebut membentuk warna putih.

Percampuran warna-warna menggunakan cahaya (additive mixing) sudah diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya warna yang kita lihat pada televise, atau computer kita.
Lalu apa yang dimaksud dengan warna substraktif? Warna substraktif adalah warna pada kehidupan nyata, yang diwakili oleh warna primer biru, merah, kuning (cyan, margenta, and yellow (CMY)). Percampuran warna-warna primer ini akan membentuk warna hitam.

CAHAYA DAN MATA
Berikut ini adalah gambar proses mata kita menerima cahaya.


Retina kita terdiri dari kerucut-kerucut yang berguna untuk menafsirkan warna. L-cones peka terhadap warna merah, M-cones peka terhadap warna hijau, dan S-cones peka terhadap warna biru. Warna-warna yang masuk dalam mata kita dibedakan berdasar panjangnya sensitifitas gelombang penerimaannya pada retina, warna merah 570nm, hijau 535nm, serta biru 435nm.
Bagian dari retina yang sangat peka terhadap warna disebut photoreceptor.

ORANGE

| | | 0 comments
Hey, its me again for the summary of second meeting of color theory class..
here we go..

Masih berbicara tentang perkembangan warna dalam seni rupa. Salah satunya adalah gerakan bauhaus.

Gerakan BAUHAUS
Bauhaus sebenarnya adalah sebuah sekolah seni yang menerapkan konsep-konsep fungsional dari sebuah desain. Sekolah ini bertujuan agar murid nya dapat mengkombinasikan semua keahlian mereka dan untuk mengangkat status kerajinan kriya (pahatan, mebel, membuat lampu) agar setara dengan seni-seni murni lainnya.
Gerakan Bauhauss menitik beratkan pada konsep seni terapan atau desain.


Sekolah Bauhaus
Pada zaman Aristoteles, Plato, Pyhtagoras (yunani kuno) warna dibedakan menjadi warna terang dan gelap.  Sedangkan pada zaman Leonardo Da Vinci warna sudah menjadi lebih dihargai. Eksperimen warna primer dan sekunder sudah terjadi dan patokan-patokan warna gelap dan terang sudah mulai menghilang.

Mekanisme perkembangan Color Theory
Pada tahun 1680 Isaac Newton mengeluarkan teori tentang lingkaran warna.
Color Wheel of Isaac Newton
Color Wheel of Isaac Newton
Jadi, dapat disimpulkan pada zaman dulu warna identik dengan nuansa keagamaan dan religiositas, seiring perkembangan warna sudah menjadi luapan emosi pribadi seseorang.


*kalo yang diatas perasaan lagi kacau balau kali yaaa..
COLOR IN CONTEXT
Traditional Color
Pada kekristenan secara tradisional, warna menjadi lambang-lambang dari berbagai hal :
-          Putih (albus)      : festival natal/paskah.
-          Merah (ruber)   : darah/martir.
-          Hijau (viridis)    : kehidupan.
-          Hitam               : paskah/berduka.

Sedangkan dalam tradisi Islam warna merupakan metaphisis. Dibedakan menjadi 2 yaitu warna gelap dan terang. Keduanya jika digabung merupakan bagian pembentukan alam semesta.
Tradisi Islam memiliki 7 untuk konstruksi warna, sedangkan secara internasional konstruksi warna adalah 9. Arti-arti warna dalam kehidupan Islami :
-          Putih                     : matahari.
-          Hitam                   : konsep Ketuhanan.
-          Sandalwood         : natural/netral.
-          Hijau                    : air.
-          Kuning                 : udara.
sandalwood
Yap, that is the end of chapter 1. So what conclusion that I make?
Menurut saya warna sangatlah mempengaruhi mentalitas seseorang. Warna dapat mewakili perasaan seseorang secara mendalam daripada diekspresikan melalui kata-kata.
Selain itu warna juga dapat menjadi simbol bagi berbagai hal. Bukan hanya mewakili perasaan secara personal, tetapi warna juga dapat bersifat communal, dimana ada warna-warna tertentu yang dengan konvensional atau kesepakatan masyarakat secara tidak langsung memiliki arti yang sama.
Warna juga dapat menstimulasi otak kita untuk mengarah kepada sesuatu. Misalnya jika melihat warna hijau maka secara tidak langsung otak kita akan mengkorelasikan warna hijau dengan perasaan yang teduh. Dan lain sebagainya.
*teduh kah...?

RED

Tuesday, September 20, 2011

| | | 0 comments
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertemuan pertama kelas color theory makes a great first impression yet an afraidness.
Great first impression ini banyak faktor, pertama karena ini adalah kelas pertama di hari selasa, jadi masih fokus, yang kedua karena dosennya..yahhh, boleh dibilang interaktif.
Tapii, awal pelajaran udah nyinggung tentang butawarna nih..gawatt..
Mungkin ini memang salah satu kelemahan saya, tapi harapan dan mimpi ngga boleh mati. Butawarna bukan akhir dari kelas COLOR THEORY hopefully..

What we learn today still at the surface..
introduction, history about color, and stuff.

catatan saya cuma satu lembar kok, santai saja.
So, the history begin with a name Johannes Guttenberg yang pada tahun 11450 menemukan alat cetak massal. Pertama kali denger nama ini, yang terlintas adalah pelajaran agama waktu SMA dulu, setelah searching ternyata karya pertama dari alat cetak massal yang dipublikasikan adalah alkitab Guttenberg.

alkitab Guttenberg
first printing technology
Masuk ke soal warna, ternyata warna menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah desain. Dengan adanya pencampuran dan perpaduan warna yang tepat sebuah desain grafis akan terlihat menawan dan mengundang.

Problem might happen about color terjadi antar desainer dengan client, sales rep dengan prepress operator, broker dengan printer, dikarenakan warna adalah sesuatu yang subjektif. Tiap orang memiliki cita rasa yang berbeda dan intepretasi yang berbeda tentang warna. Warna menjadi memiliki sejuta arti, dan dalam beberapa adat atau komunitas, warna mempengaruhi cara kebiasaan hidup mereka.

Sense of color manusia mulai ada ketika ditemukannya lukisan di gua Lascaux dan Altamira di South France dan Spanyol, mereka mewarnai lukisan mereka menggunakan biji-bijian, tanah liat ataupun dari darah binatang yang mereka buru.

gua altamira, spanyol
Perkembangan akan warna terus menerus terjadi. Warna menjadi sebuah simbol dalam agama-agama. Mesir Kuno, Kaldea, dan Yunani mulai memanfaatkan warna dalam ritual-ritual mereka. Warna hijau turquoise adalah warna yang sering dijumpai. Cekidot..
green turquoise
Pada zaman renaissance, warna menjadi sesuatu yang mulai dinikmati dari segi estetis.

example of renaissance painting
Abad 15 cat minyak dari tumbuh-tumbuhan mulai ditemukan. Lalu pada abad 19 William Tunner menemukan pigmen biru merah dan kuning. Penemuan ini menjadi salah satu titik penting dalam sejarah warna,
Kemudian pada tahun 1882 Monet, Renoir, Sisley, dan Bazille memberontak sebuah akademi tentang pengjaran klasikalnya dan membuah sebuah akademi di Paris.
Claude Monet membuat sebuah eksperimen tentang warna. Dia melukis sebuah objek yang sama dalam waktu yang berbeda-beda dalam satu hari. Eksperimen ini memperlihatkan adanya pergantian warna dan komposisinya walaupun dengan objek yang sama.
Impression, sunrise by Claude Monet

Perkembangan warna untuk seni rupa dimulai oleh Van Gogh.  Ciri khas Van Goggh adalah warna yang sangat keras dan kasar. Model ini menjadi cikal bakal zaman postimpresionisme

Starry Night by Vincent Van Gogh
Zaman tersebut kemudian dilanjutkan oleh Paul Gauguin dimana lebih memadukan warna-warna cemerlang dalam lukisannya

The Three Young Women by Paul Gauguin
Paul Cezanie kemudian membuat sebuah lukisan dengan memperkeras sapuan kuas sehingga lukisan yang awalnya terlihat datar sekarang menjadi mempunyai kountur-kountur dan memiliki kesan yang menarik.

Bribes Quary by Paul Cezanne
Masuk ke era kubisme  pada abad 20 yang dipelopori oleh Picasso, Braque, dan Juan Griss. Lukisan mereka menunjukan adanya volume dan sebuah bentuk dengan menggunakan permainan gradasi dan nada warna.
Girl Before a Mirror by Pablo Picasso
Delauney (kaum orphist) menyebutkan bahwa warna adalah sebuah alat ekspresi yang digunakan secara konsekuen dan serius.
Vasarely & Frank Stella menambahkan bahwa sebuah lukisan yang menggetarkan dinding adalah lukisan yang indah secara optic dan kinetik.

Selesailah sudah summary untuk pertama kalinya. See you when I see you :)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

what a acquaintanceship :)

Monday, September 19, 2011

| | | 0 comments
~it's a little bit funny, the feeling inside..
i'm not one of those who can easily hide.. ~

Elton John is singing through my laptop, accompanying me doing this chit-chat about my self.
Introducing someone else is easier than introduce yourself. So I'll make it fast, simple, but special.

So, who am I? You can call me ema, but usually at cyberworld I've nickname emawkwk.
I come from Semarang, Central Java which is famous with culinary things, great heritage, and so on.
Semarang has become witness of my first breathe at this world, hearing my first baby cry, watching me hangout and making some noise with friends, and this is a city where I spent half of my life building my character.

I like to reading historical-background novel, I like watching movies, and actually I love to sketch, that's why now I'm seating at a room in Jakarta doing an assignment from design lecture.
Udahan lah pakai bahasa Inggris susah mikirnya.
Jadi saya disini mem-branding-kan diri saya dalam sebuah blog personal yang nantinya akan menjadi saksi tawa canda susah sengsara saya dalam kelas color theory.

Stay tune with this blog if you want to know more about a girl who stuck with colorblindness learning a subject about color in a design faculty. Mungkin memang saya diciptakan menjadi manusia langka. Saya adalah seorang cewe yang bergolongan darah AB dan butawarna parsial. Notabene darah AB hanya berjumlah 4% dalam setiap suku bangsa, ditambah lagi saya adalah penderita cacat mata bawaan protanomali yaitu butawarna parsial lemah pada warna merah yang mana presentase diderita oleh kaum wanita sangat amat jarang.
So, buat dosen saya yang cakep imut Pak Santho Tjhin, S.Sn, MM., master hipnotis (gw ga tau gelarnya) mohon dengan sangat, untuk membimbing saya dengan sabar apalagi dengan warna.
Xie-xie mban mban kamsia, matur nuwun.
:) :) :)
Watch me struggling, shall we?